Bab III Tahap-Tahap Perkembangan Remaja

MAKALAH TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN DAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT.yang mana atas berkat rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ”TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN DAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA” ini dengan baik meskipun masih jauh dari sempurna.
Sholawat beserta salam tak lupa pula penulis haturkan kepada junjungan kita nabi agung nabi Muhammad Saw yang telah membawa kita semua dari alam kejahilan ke alam yang terang benderang yang di sinari oleh ilmu pengetahuan ,iman dan islam.
Penulis tak lupa pula mrengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan makalah ini. penulis juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah yang berjudul “TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN DAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA” ini.
Penulis sadar dalam penulisan makalah ini,masih banyak kekurangan, .untuk itu,penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun.

Padang 18 Juni 2012
Penulis

KELOMPOK 2

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Rumusan masalah
C. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian tugas-tugas perkembangan
B. Tahap-tahap Perkembangan Remaja
C. Tugas-tugas Perkembangan Remaja
D. Usaha yang dapat Dilakukan Guru dan Orang Tua untuk Mewujudkan Tugas-tugas Perkembangan Remaja
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada umur umur tertentu seseorang dapat dengan lebih cepat dan mudah memeroeh kecekatan dalam memperolek ketrampilan ketrampilan tertentu dalam mempelajari pola pola tingkah laku tertentu.
Dalam keseluruhan proses hidupnya individu akan berusaha melakukan tugas perkembangan agar dia menemukan kebahagiaan dalam kehidupan bermasyarakat. Tiap fase pertumbuhan perkembangan memiliki tugas perkembangan sendiri. Tugas ini timbul pada suatu periode tertentu dalam kehidupan individu. Keberhasilan dalam mencapai tugas itu dapat membawa kebahagiaan dan berhasil dalam tugas berikutnya.
Sedangkan bila gagal dalam mencapai tugas itu akan membawa ketidak bahagiaan dan kekecewaan dalam masyarakat serta menemui kesulitan dalam tugas berikutnya. Tentu saja bentuk utama tugas perkembangan berakar pada pembentukan organ biologis yang kelak berkembangan karena pengaruh faktor biologis-psikologis-sosiologis. Kekuatan dari dalam (biologis) dan kekuatan luar (psikologis-sosiologis) menempatkan individu kepada serangkaian tugas perkembangan yang harus dipenuhi agar menjadi manusia yang berhasil.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang di maksud dengan tugas perkembangan?
2. Apa saja tahap-yahap perkembangan remaja?
3. Apa tugas perkembangan Remaja?
4. Bagaimana usaha yang dapat dlakukan guru dan orang tua untuk mewujudkan tugas-tugas perkembangan remaja?

C. TUJUAN PEMBAHASAN
Dengan terselesaikannya makalah ini penulis bertujuan untuk memberi wawasan pengetahuan tentang apa papa saja tahap perkembangan dan tugas-tugas perkembangan pada setiap priode perkembangan individu. Dan selain dari pada itu kami juga bertujuan untuk memenuhi tugas pelajaran Perkembangan Peserta Didik.

BAB II
TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN
DAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA

A. Pengertian Tugas Perkembangan
Robert Havighrust (Adam & Gullota, 1983) melalui perspektif psikososial berpendapat bahwa periode yang beragam dalam kehidupan individu menuntut untuk menuntaskan tugas-tugas perkembangan yang khusus. Tugas-tugas ini berkaitan erat dengan perubahan kematangan, persekolahan, pekerjaan, pengalaman beragama, dan hal lainnya sebagai prasyarat untuk pemenuhan dan kebahagiaan hidupnya.
Selanjutnya Havighrust (1961) mengartikan tugas-tugas perkembangan itu sebagai berikut :
A developmental task is a task which arises at or about a certain period in the life of the individual, successful achievement of which leads to his happiness and to success with later task, while failure leads to unhappiness in the individual, disapproval by society and difficulty with later task.
Maksudnya, bahwa tugas perkembangan itu merupakan suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas-tugas berikutnya; sementara apabila gagal, maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat, dan kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan tugas-tugas berikutnya.
Tugas-tugas perkembangan ini berkaitan dengan sikap, perilaku, atau keterampilan yang seyogianya dimiliki oleh individu, sesuai dengan usia atau fase perkembangannya. Hurlock (1981) menyebut tugas-tugas perkembangan ini sebagai ini sebagai social expectations. Dalam arti, setiap kelompok budaya mengharapkan anggotanya menguasai keterampilan tertentu yang penting dan memperoleh pola perilaku yang disetujui bagi berbagai usia sepanjang rentang kehidupan.
Setiap individu tumbuh dan berkembang selama perjalanan kehidupannya melalui beberapa periode atau fase-fase perkembangan. Setiap fase perkembangan mempunyai serangkaian tugas perkembangan yang harus diselesaikan dengan baik oleh setiap individu. Sebab, kegagalan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan pada fase tertentuakan memperlancar pelaksanaan tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya.
Seorang ahli psikologi yang dikenal luas dengan teori-teori tugas-tugas perkembangan adalah Robert J. Havighust (Hurlock, 1990). Dia mengatakan bahwa tugas perkembangan adalah tugas yang muncul pada saat atau sekitar satu periode tertentu dari kehidupan individu dan jika berhasil akan menimbulkan fase bahagia dan membawa keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya. Akan tetapi, kalau gagal akan menimbulkan rasa tidak bahagia dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya. Tugas-tugas perkembangan tersebut beberapa diantaranya muncul sebagai akibat kematangan fisik, sedangkan yang lain berkembang karena adanya aspirasi budaya , sementara yang lain lagi tumbuh dan berkembang karena nilai-nilali dan aspirasi individu.

B. Tahap-tahap Perkembangan Remaja
Sarwono (2010) mengatakan bahwa dalam proses penyesuaian diri menuju kedewasaan, ada 3 tahap perkembangan remaja:
– Remaja awal (early adolescent) : Seorang remaja pada tahap ini masih terheran-heran akan perubahanperubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan- dorongan yang menyertai perubahan-perubahan itu. Mereka mengembangkan pikiran-pikiran baru, cepat tertarik pada lawan jenis, dan mudah terangsang secara erotis. Dengan dipegang bahunya saja oleh lawan jenis ia sudah berfantasi erotik. Kepekaan yang berlebih-lebihan ini ditambah dengan berkurangnya kendali terhadap ego menyebabkan para remaja awal ini sulit dimengerti dan dimengerti orang dewasa,
– Remaja madya (middle adolescent) : Pada tahap ini remaja sangat membutuhkan kawan-kawan. Ia senang kalau banyak teman yang mengakuinya. Ada kecenderungan narsistis yaitu mencintai diri sendiri, dengan menyukai teman-teman yang sama dengan dirinya, selain itu, ia berada dalam kondisi kebingungan karena tidak tahu memilih yang mana peka atau tidak peduli, ramai-ramai atau sendiri, optimistis atau pesimistis, idealis atau materialis, dan sebagainya. Remaja pria harus membebaskan diri dari oedipus complex (perasaan cinta pada ibu sendiri pada masa anak-anak) dengan mempererat hubungan dengan kawankawan
– Remaja akhir (late adolescent) : Tahap ini adalah masa konsolidasi menuju periode dewasa dan ditandai dengan pencapaian lima hal yaitu :
· Minat yang makin mantap terhadap fungsi-fungsi intelek,
· Egonya mencari kesempatan untuk bersatu dengan orang-orang lain dan dalam pengalaman- pengalaman baru,
· Terbentuk identitas seksual yang tidak akan berubah lagi,
· Egosentrisme (terlalu memusatkan perhatian pada diri sendiri) diganti dengan keseimbangan antara kepentingan diri sendiri dengan orang lain
· Tumbuh ”dinding” yang memisahkan diri pribadinya (private self) dan masyarakat umum.
Berdasarkan sifat atau ciri perkembangannya, masa (rentang waktu) remaja ada tiga tahap yaitu :
– Masa remaja awal (10-12 tahun) ;
· Tampak dan memang merasa lebih dekat dengan teman sebaya,
· Tampak dan merasa ingin bebas,
· Tampak dan memang lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir yang khayal (abstrak),
– Masa remaja tengah (13-15 tahun) :
· Tampak dan ingin mencari identitas diri,
· Ada keinginan untuk berkencan atau ketertarikan pada lawan jenis,
· Timbul perasaan cinta yang mendalam.
– Masa remaja akhir (16-19 tahun) :
· Menampakkan pengungkapan kebebasan diri,
· Dalam mencari teman sebaya lebih selektif.
· Memiliki citra (gambaran, keadaan, peranan) terhadap dirinya,
· Dapat mewujudkan perasaan cinta, dan
· Memiliki kemampuan berpikir khayal atau abstrak (Widyastuti dkk, 2009).

C. Tugas-tugas Perkembangan Remaja
Menurut Mappiare (1982) mengemukakan tugas-tugas perkembangan remaja:
– Menerima keadaan fisiknya
– Menjalin hubungan baru dengan teman-teman sebaya baik sesama atau lawan jenis
– Memperoleh kebebasan secara emosional dari orang tuanya dan orang dewasa lainnya
– Memperoleh kepastian dalam hal kebebasan pengaturan ekonomis
– Memilih dan mempersiapkan diri ke arah suatu pekerjaan
– Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dan konsep-konsep intelektual yang diperlukan dalam hidup sebagai warga negara yang terpuji
– Menginginkan dan dapat berperilaku yang diperbolehkan oleh masyarakat
– Mempersiapkan diri untuk pernikahan dan hidup berkeluarga
– Menyusun nilai-nilai kata hati yang sesuai dengan gambaran dunia, yang diperoleh dari ilmu pengetahuan yang memadai

William Kay mengemukakan tugas-tugas perkembangan remaja itu sebagai berikut:
– Menerima fisiknya sendiri berikut keragaman kualitasnya.
– Mencapai kemandirian emosional dari orang tua atau figur-figur yang mempunyaiotoritas.
– Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal dan belajar bergaul denganteman sebaya atau orang lain, baik secara individual maupin kelompok.
– Menemukan manusia model yang dijadikan identiasnya.
– Menerima dirinya sendiri dan memilki kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri.
– Memperkuat self-control (kemampuan mengendalikan diri) atas dasar skala nilai,prinsip-prinsip atau falsafah hidup (Weltanschauung)
– Mampu meninggalkan reaksi dan penyesuaian diri (sikap/perilaku) kekanak-kanakan.

Menurut Havighurs, menjelaskan tugas-tugas perkembangan sebagai berikut :
– Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya
– Mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita
– Menerima keadaan fisik dan menggunakanya secara efektif
– Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang dewasa lainya.
– Mencapai jaminan kemandirian ekonomi.
– Memilih dan mempersiapkan karier
– Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga
– Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagiwarga Negara
– Mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara social
Munculnya tugas-tugas perkembangan, bersumber pada faktor-faktor berikut:
– kematangan fisik, misalnya (a) belajar berjalan karena kematangan otot-otot kaki (b)belajar bertingkah laku, bergaul dengan jenis kelamin yang berbeda pada masa remajakarena kematangan organ-organ seksual
– tuntutan masyarakat secara kultural; misalnya (a) belajar membaca (b) belajarmenulis, berhitung, berorganisasi
– tuntutan dari dorongan dan cita-cita individu sendiri, mis (a) memilih pekerjaan danmemilih teman hidup
– tuntutan norma agama, mis (a) taat beribadah kepada Allah, (b) berbuat baik kepadasesama manusiamasa remaja ditandai dengan
D. Usaha yang dapat Dilakukan Guru dan Orang Tua untuk Mewujudkan Tugas-tugas Perkembangan Remaja
1. Membahas dalam diskusi kelompok tentang sikap yang mengutamakan kepentingan orang lain dan penampilan menarik perlu bagi remaja untuk membina keakraban dengan lawan jenis.
2. Melatih siswa untuk selalu bersikap positif, altruistik, empati, control emosi dan penampilan menarik
3. Melakukan bimbingan kelompok yang terjadwal
4. Melatih mereka untuk melaksanakan peranan baik sebagai wanita dan sebagai pria sesuai dengan nilai agama, ilmu pengetahuan dan adat istiadat.
5. Menciptakan kondisi belajar yang mepupuk kerjasama agar masing-masing remaja dapat melaksanakan peranannya sesuai dengan jenis kelamin
6. Memberi model teman sebaya, guru dan orang yang dikagumi remaja tentang peranan-peranan yang disesuaikan dengan jenis kelamin

Memberikan informasi tentang bagaimana merawat fisik sesuai dengan jenis kelamin
Melakukan diskusi atau bimbingan kelompok untuk membahas permasalahan yang menyangkut perawatan dan mengunakan fisik mereka dengan sebbaik-baiknya.
Diskusi atau bimbingan kelompok yang membahas mengapa dan bagaimana emosi remaja yang mandiri dan cara mengatasi emosi yang dialami remaja.
Personel sekolah harus menampilkan emosi yang positif.
Guru menghargai dengan sifat menyokong remaja yang menampakan emosi yang positif.
Membicarakan dengan orang tua tentang bagaimana bertingkah laku emosional positif terhadap remaja agar remaja berkembang emosinya secara positif.
Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengelola koperasi sekolah
Melakukan pengembangan bakat khusus yang benar-benar dapat digunakan untuk mencari penghasilan pada masa sekarang atau masa yang akan datang.
Memperkenalkan potensi-potensi yang dimiliki
Memperkenalkan berbagai pekerjaan yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat dalam rangka memelihara dan memanfaatkan potensi
Membantu kayakinan dalam diri remaja tentang kerja keras
Memberi penilaian yang tinggi kepada remaja-remaja yang kreatif dalam melakukan hal yang positif.
Memberikan pengalaman menyusun kurikulum
Melakukan metode pembelajaran yang mengaktifkan siswa untuk memecahkan masalah-masalah.
Metode pembelajaran untuk mengerjakan kerjasama
Memperkaya siswa tentang kehidupan sosial
Memperkenalkan siswa remaja secara langsung kepada kehidupan lembaga sosial yang nyata.
Memperkenalkan filsafat hidup sesuai dengan nilai-nilai agama, ilmu pengetahuan dan budaya.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Menurut Hayinghurst, suatu tugas perkembangan adalah suatu tugas yang timbul pada suatu periode tertentu dalam perkembangan seseorang. Tugas perkembangan merupakan petunjuk petunjuk yang memungkinkan seseorang memehami apa yang diharapkan masyarakat dari padanya pada suatu umur tertentu. bila gagal dalam mencapai tugas itu akan membawa ketidak bahagiaan dan kekecewaan dalam masyarakat serta menemui kesulitan dalam tugas berikutnya.
B. Saran
Kami sebagai penulis mengucapkan terimakasi kapada para pembaca makalah ini yang telah berkanan membaca makalah ini, khususnya mahasiswa mahasiswi yang mempelajari makalah ini. Mngkin makalah ini masih jauh dari sempurna karena masih banyak di temukan banyak kesalahan di sana sini. Untuk itu kami sebagai penulis mengucapkan maaf yang sebesar besar nya dan juga kami memoho keritik serta sarannya yang bersifat membangun.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s